Bring Back Chilhood Memory, 9 Permainan Tradisional Anak 90-an

Libur hampir berakhir ya? Gak berasa banget anak-anak udah hampir masuk sekolah lagi. Ntar lagi Mama bertugas antar jemput anak sekolah nih. Oh ya, gimana liburannya? Ada yang berlibur ke luar kota kah? Atau di rumah saja seperti saya? Hmm, gak bosan tuh di rumah mulu? Ya bosan juga sih, tapi yaaa untuk saat ini pilihan kami ya di rumah aja dulu, heheh.

permainan tradisional


Mumpung anak-anak masih libur dan mereka sudah mulai bisa bermain di luar bersama sebayanya, bisa main permainan tradisional ketimbang nonton atau main di gadget mulu, ya kan Mak? Jadi, gak apa-apa lah mereka dibebaskan untuk merasakan serunya masa bermain. Eits tentunya tidak lupa ketika mereka selesai bermain, maka wajib langsung cuci tangan yang bersih kemudian mandi. Tetap harus waspada lho, karena si virus masih belum sepenuhnya pergi dari Bumi. 

Manfaat Bermain Permainan Tradisional

Ngomongin tentang permainan tradisional, rasanya sekarang sudah asing bagi anak-anak jaman now atau generasi Alpha seperti anak-anak saya untuk melakoni permainan tradisional. Apalagi anak-anak yang emang tinggalnya di kota besar maupun kota kabupaten/provinsi. Padahal waktu orang tuanya yang hidupnya kebanyakan di era 90-an sangat menikmati serunya bermain permainan tradisional. 

Kalau anak-anak saya lagi main ama teman-temannya yang anak-anak tetangga kompleks, biasanya sih mereka cuma main sepeda bareng atau main lari-larian, main enggo sembunyi yang mana satu orang bertugas menjaga tiang untuk mencari anak-anak lain yang sembunyi. Hmm, kalau enggo sembunyi atau petak umpet ini sih masih masuk dong permainan tradisional turun temurun yang tetap lestari. 

Permainan tradisional umumnya dilakukan secara berkelompok yang terdiri lebih dari tiga anak dalam satu kelompok. Bahkan ada juga permainan yang jumlah pemainnya harus lebih banyak, semakin banyak peserta maka semakin seru. Permainan tradisional memang kebanyakan dilakukan bersama-sama agar lebih seru. Di balik keseruan bermain permainan tradisional itu ternyata memang punya manfaat lho bagi anak-anak yaitu:


  • Melatih Kreativitas Anak; Permainan tradisional dapat melatih kreativitas karena secara tidak langsung mereka dapat menciptakan sendiri permainannya, seperti membuat layangan, ketapel, kapal-kapalan dan kincir angin dari kertas, senjata dari pelepah pisang, telepon-teleponan dari kaleng bekas, dan lain sebagainya.
  • Melatih Kemampuan Fisik; Bermain lompat tali, kasti, engklek, gobak sodor adalah contoh permainan yang membutuhkan kemampuan fisik. Dimana anak tidak hanya tinggal diam saat bermain, tapi aktif bergerak dan juga mengatur strategi agar bisa memenangkan permainan. Melalui kegiatan bermain seperti kemampuan motoriknya pun juga semakin terlatih.
  • Mengajarkan Anak Bersosialisasi dan Empati; Bermain permainan tradisional bersama dengan teman-teman menjadikan anak bersosialisasi. Banyak hal yang bisa mereka pelajari ketika bermain bersama seperti melatih kerjasama, mengatur strategi dan memecahkan masalah bersama. Selain itu mereka pun juga dapat belajar untuk menahan ego dan menumbuhkan rasa empati yang memiliki peran penting dalam perkembangan sosial anak.
  • Menumbuhkan Sikap Sportif; Selain melatih empati, dengan bermain bersama, anak juga dilatih untuk bersikap sportif yang mana anak harus jujur dan bisa menerima menang ataupun kalah dalam sebuah permainan. Seperti saat bermain tarik tambang, gobak sodor, kelereng dan permainan lainnya.
  • Membangun Komunikasi; Manfaat lain dari permainan tradisional yaitu membangun komunikasi anak, dimana mereka saling berdiskusi dan sehingga muncul kosakata baru pada anak. Permainan peran seperti rumah-rumahan, bongkar pasang dapat melatih perkembangan bahasa anak.

9 Permainan Tradisional Anak 90-an


Membahas permainan tradisional akan membawa kita kembali ke masa kecil yang indah. Hmm, meski terkadang kita masih mendengar perkataan "masa kecil kurang bahagia," saat misalnya kita tidak sengaja atau refleks ikut main saat anak-anak sedang bermain. Atau malah menjadi yang lebih heboh saat mengenalkan anak pada satu permainan tradisional. 

Waktu kecil dulu ada banyak permainan tradisional yang sering saya mainkan bersama teman-teman sebaya, tetangga masa kecil dulu yang sekarang masing-masing sudah punya anak juga. Permainan yang sering kami mainkan anatara lain:

1. Lompat Karet

Permainan favorit anak cewek nih, tapi tidak jarang anak cowok pun juga ikut meramaikan lompat karet. Ada dua macam jenis lompat karet yang biasa kami mainkan yaitu dua anak memegang karet di sisi kanan dan kiri, kemudian anak lainnya melompat secara bergantian. Lompatannya dimulai dari yang terendah yaitu mata kaki, lalu naik selutut, kemudian sepinggang hingga akhirnya di atas kepala atau sejajar dengan acungan tangan yang paling tinggi.

Sedangkan cara lainnya yaitu seperti ketika kita bermain tali skipping. Dua anak memegang karet di ujung kanan dan kiri kemudian tiap anak bergantian untuk melompat. Siapa yang jatuh atau tidak bisa lolos dari putaran tali maka akan kalah dan gantian tugas menjadi pemegang tali. 

2. Petak Umpet

Ayoo siapa yang dulu suka main petak umpet? Kalau disini kami menyebutnya dengan enggo sembunyi atau parlos. Anak yang kalah saat hom-pim-pa dan suit yang akan menjadi penunggu tiang enggo lalu yang lainnya pun bersembunyi. Setelah hitungan kesepuluh, maka si petugas harus mencari anak-anak yang bersembunyi namun harus waspada tetap menjaga tiangnya. Karena jika lengah dan ada anak yang lebih dulu teriak enggo maka si penunggu tadi tetap kembali bertugas menunggu tiang. 

3. Bola Bekel 

Anak cewek lagi nih yang punya favorit. Bermain bola bekel ini cukup menantang karena melatih fokus dan juga ketangkasan tangan. Permainan ini bisa dimainkan oleh 2 hingga 5 orang anak secara bergantian. Untuk bermain bola bekel kita cukup menyiapkan bola kecil, kami biasanya menggunakan bola kasti atau bola tenis, kemudian siapkan kerang kecil atau kerikil sebanyak 5 atau 6 biji. 


bola bekel
pic: lazada.co.id

Cara bermain bola bekel yaitu hom-pim-pa terlebih dahulu untuk menentukan giliran pemain. Selainjutnya genggam semua kerang atau kerikil, kemudian lambungkan bola ke atas hingga lantai 1 kali kemudian sebar kerang, lambungkan lagi bola hingga lantai lalu ambil kerang sebanyak 1, lalu lambungkan lagi hingga semua kerang habis. Lakukan lagi cara yang sama namun selanjutnya ambil sebanyak 2 buah kerang hingga habis, begitu pula seterusnya, ambil 3 biji lalu satu. Lakukan hingga kerang habis namun pastikan bola hanya lantang satu kali di atas lantai karena jika tidak bisa menangkap kerang dalam 1 kali lantangan bola, maka akan kalah dan diganti dengan pemain lain meski kerangnya belum semua habis. 

4. Engklek

Permainan yang satu ini jadi permainan semua anak meski biasanya lebih didominasi oleh anak cewek. Kalau disini kami menyebutnya dengan belle. Pertama kita harus menggambar seperti bentuk orang terlebih dahulu di tanah atau lantai. Bentuk yang digambar yaitu memiliki kepala, wajah, leher, badan, dan kaki ke bawah sebagai tangga. Setiap anak memiliki batu berbentuk gepeng untuk dilempar saat gilirannya tiba. Anak akan melempar dari yang paling bawah dulu, lalu melompat dengan menggunakan satu kaki, pada bagian yang berpasangan seperti badan dan wajah, disitu anak akan menapakkan kedua kakinya. Jika lemparannya salah atau tidak masuk garis maka akan kalah.

5. Gobak Sodor

Salah satu permainan tradisional yang rasanya dulu dimainkan oleh setiap anak. Kalau disini kami menyebutnya dengan main boi atau asin. Permainan adu strategi untuk mempertahankan daerah kekuasaan. Cara bermain gobak sodor yaitu setiap garis dijaga oleh pemain yang bertugas agar tidak ada yang bisa berhasil menembus markas. Belakangan gobak sodor kembali terkenal dengan munculnya permainan Squid Game yang berasal dari Korea itu ya yang memang menyerupai dengan permainan tradisional gobak sodor. 

6. Layang-layang

Permainan tradisional yang disukai anak-anak saat musim kemarau tiba. Dimana anak-anak bisa bermain layangan yang telah dibuat sendiri atau beli jadi dari penjual mainan. Biasanya untuk bermain layangan kita mencari lapangan atau tempat yang luas agar bisa bebas memainkannya. Siapa yang layangannya paling tinggi dan lama bertahan di udara, maka dialah pemenangnya. Kadang kalau ada layangan lejo atau layangan yang putus juga jadi rebutan untuk dikejar.

7. Ular Naga Panjang

Ular naga panjangnya bukan kepalang, berjalan-jalan riang kemari. Umpannya lezat itu yang dicari. Inilah dia yang terbelakang! 

Ayooo, ada yang baca sambil bernyanyi? Fix, kita sesama angkatan pemain 90-an. Ini juga jadi permainan saya dan teman-teman dulu. Cara bermainnya gampang yaitu dua orang berdiri berhadapan lalu membentuk seperti gerbang dengan kedua tangannya. Sedangkan anak yang lainnya berbaris memanjang sambil memegang pundak teman yang di belakangnya. Kemudian berjalan ke gerbang sambil bernyanyi, dan seperti liriknya yang terbelakang akan ditangkap lalu diminta untuk memilih ke gerbang mana dia akan pergi yang selanjutnya si anak tadi harus berdiri di belakang naga yang telah dipilihnya. 

8. Kelereng 

Bermain kelereng biasanya dimainkan oleh anak cowok. Mereka akan membuat garis berbentuk lingkaran kecil pada tanah. Cara menentukan siapa yang terlebih dahulu mulai membidik kelereng adalah yang paling mendekati titik tengah dari garis. Jika berhasil membidik kelereng target dengan tepat maka kelereng menjadi hak milik si anak tersebut. 

9. Masak-masak dan Bongkar Pasang

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak cewek tapi anak cowok pun terkadang turut ikut bermain. Masak-masak melatih anak dalam mengembangkan kreativitasnya. Dalam permainan ini anak dapat bermain peran. Dengan bermain masak-masak anak bisa belajar untuk meniru Ibu saat memasak di dapur. Anak biasanya menggunakan mainan plastik lalu bahan makanannya diambil dari sekitaran rumah seperti daun juga rumput. 


bongkar pasang
pic: id.pinterest.com

Sedangkan bongkar pasang yaitu permainan dari kertas bergambar karakter cewek dan ada juga karakter cowok dilengkapi dengan outfit yang bisa dicocokkan sesuai karakter tersebut. Seperti jika ingin ke acara pesta harus menggunakan dress, saat bermain atau jalan-jalan. Hmm, secara tidak langsung dari sini anak bisa belajar jadi fashion stylist ya. Terakhir lihat perkembangan permainan bongkar pasang ini makin keren lho, baju-bajunya juga jadi lebih beragam dan kertas yang digunakan juga sepertinya lebih kokoh jadi tidak gampang rusak atau sobek. 



Penutup

Bermain adalah kebutuhan anak yang harus kita berikan karena bermain adalah dunia anak. Dengan bermain permainan tradisional dapat memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, serta dapat juga menjadi cara kita untuk mengalihkan perhatiannya dari bermain gadget yang seringnya membuat anak jadi kecanduan dan lupa untuk bersosialisasi. Padahal sosialisasi juga dibutuhkan untuk anak karena kita adalah makhluk sosial. 

Permainan tradisional anak ini juga sekaligus dapat membawa kita untuk kembali mengingat masa-masa kecil dulu. Nah, mumpung masih ada beberapa waktu lagi nih sebelum liburan anak sekolah berakhir kita bisa mengajak mereka bermain salah satu permainan tradisional ini lho ya. Hmm, kalau Temans dulu sukanya permainan tradisional apa nih? Sharing di kolom komentar juga yuk! ;)




Cheers, 
Diah
Next Post Previous Post
8 Comments
  • Kyndaerim
    Kyndaerim 6 Juli 2022 13.16

    Aaaww.. bongkar pasang paling paporit sih. Bahkan ku masih main pas kuliah, karena masih ada nyimpen BP dan Barbie, wkwk.. Maen gitu aja bahagianya ya, Mbak.

  • Vicky Laurentina
    Vicky Laurentina 8 Juli 2022 21.42

    Saya dulu atlet bola bekel yang lumayan kompeten lho, hahahaha..
    Asalkan jumlah kerangnya 8 biji. Kalau kerangnya lebih dari 8 biji, nggak muat di tangan saya yang kecil, hahahaa..

  • Bunda Saladin
    Bunda Saladin 11 Juli 2022 00.22

    Pengen main bongkar pasang tapi anakku cowok :D.

    Seru kali ya kalau layangan atau engklek bareng. Main gobak sodor juga menuntut untuk tak hanya cepat bergerak tapi juga cepat berpikir (strategi biar gak ketangkap).

  • Raja Lubis
    Raja Lubis 11 Juli 2022 09.22

    Gobak Sodor alias Galasin paling senang sih. Pas kecil timnya anak cewek vs anak cowok. Dan anehnya yang cowok lebih banyak kalahnya. Terus kelereng dan lompat karet juga suka dimainkan. Petak umpet mungkin yang paling sering.

    Kalau BP alias Bongkar Pasang sering lihat saja anak-anak cewek main rumah-rumahan terus bikin kasurnya dari dus rokok. Hehe

  • Ghina Rahmatika
    Ghina Rahmatika 11 Juli 2022 19.34

    beberpa permainan itu ada juga nih di sini mbak. Malah anakku jadi senang bgt sekolah motivasinya karena bisa main. Kemarin pulang sekolah ternyata mereka pada main petak umpet., haha

  • lendyagassi
    lendyagassi 12 Juli 2022 07.48

    Suka bangeett...
    Main mainan tradisional ini kadang serng aku sama anak-anak mainkan terutama kalo di rumah listrik mati. Anak-anak suka gengges kan tuh... Jadi keidean main permainan tradisional.

    Cublak-cublak suweng tuh, lucu juga..
    Hehhee~

  • Irawati Hamid
    Irawati Hamid 12 Juli 2022 08.32

    Ahh permainan yang bikin kangen yaa. Apalagi lompat karet, engklek (kalo kami sebutnya kababi atau kasede), main masak-masakan, bongkar pasang (kami menyebutnya main baju-baju). Jadi kangen masa-masa kecil dulu 😍

  • auqri
    auqri 12 Juli 2022 12.11

    Wahh kangen banget sih sama permainan jaman dulu ini, jadi nostalgia banget kalau liat bentukannya seperti apa. Senangnya bisa merasakan bermain hal-hal seperti itu sebelum teknologi benar-benar semasif sekarang ini

Add Comment
comment url