Pandemi sudah hampir 2 tahun. Sudah 3 semester pula anak sekolah menjalani pembelajaran jarak jauh yang biasa kita sebut PJJ. Jelas, ini bukan hal yang mudah bagi kita semua terlebih lagi bagi anak-anak yang mendambakan bisa belajar dan bermain bersama teman-teman di sekolah. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka kita tetap harus melaksanakannya. 

protokol kesehatan pada anak


Mematuhi aturan Pemerintah untuk kebaikan kita bersama, demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang semakin hari jumlahnya sangat mengkhawatirkan. Kalau di awal dulu kita dianjurkan untuk melakukan 3M tapi sekarang karena kondisi yang lebih parah lagi, proteksi pun juga harus lebih ditingkatkan  menjadi 5M. 


Menjelaskan Tentang Pandemi Kepada Anak


Harus diakui mungkin bagi sebagian kita orang dewasa menerapkan 3M yang kemudian sekarang naik jadi 5M itu memang awalnya tidak mudah, tapi seiring dengan waktu protokol kesehatan ini pun akhirnya menjadi sebuah kebiasaan baik yang rasanya menjadi wajib kita terapkan. Makanya miris banget deh jika masih lihat ada orang yang cuek untuk menerapkan protokol kesehatan apalagi jika sampai tidak percaya dengan adanya pandemi ini. Seriusly, ini masih ada lho di daerah-daerah, saya aja jadi gemes banget saat dengar orang santai ngomong seperti itu. Ingin ku..... *yasudahlah*

Sejak awal pandemi ini kami sudah berusaha menjelaskan ke anak-anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah mereka cerna bahwa saat ini kita harus sabar untuk di rumah saja dan tidak bepergian ke tempat-tempat yang biasa kita kunjungi. Seperti mall, tempat bermain, Kakak juga tidak bisa ke sekolah dan bahkan ke rumah keluarga juga tidak boleh sesering biasanya karena ada virus yang berkeliaran. Virusnya bernama corona dan bentuknya sangat kecil dan tak terlihat, jadi kita tidak pernah tahu si virus itu sedang ada dimana. 

Agar anak lebih mudah mengerti saya pun memperlihatkan video edukasi Corona (Covid-19) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Saat melihat video itu mereka hanya diam, hanya Si Kakak yang antusias dan manggut-manggut melihat videonya. Kedua adiknya mah ikut-ikut saja waktu Kakak membuat kesimpulan dengan versinya sendiri.  


Menerapkan Protokol Kesehatan Pada Anak


Setelah menjelaskan tentang pandemi dan alasan kenapa kita harus berada di rumah saja, saatnya memberitahukan ke mereka juga mengenai protokol kesehatan. Tentu tidak mudah menjelaskan kepada mereka begitu pun juga menerapkannya, tapi seiring dengan waktu mereka pun juga jadi terbiasa dan mengerti. Yang paling penting dari semuanya adalah sebagai orangtua kita harus memberi contoh agar anak pun juga bisa mengikuti. 


1. Mencuci Tangan dengan Sabun pada Air Mengalir

Anak kecil itu sukanya main air, jadi kalau untuk hal yang satu ini mereka sangat menyambut dengan riang gembira. Malah jadi ada aja alasan untuk selalu cuci tangan. Kotor dikit aja udah langsung ngacir ke kran air dengan alasan ingin cuci tangan. 

Jauh sebelum ada pandemi saya sendiri sih juga sudah rajin cuci tangan dengan sabun pada air mengalir terlebih jika dari luar, anak-anak pun juga sebenarnya sudah saya biasakan untuk sering cuci tangan apalagi jika dari luar rumah. Nah, saat ini harus lebih disiplin lagi dan cuci tangannya tidak boleh asal tapi harus sampai bersih. Lagi-lagi agar mereka lebih mudah paham caranya, saya juga sambil memperlihatkan contoh mencuci tangan yang benar dari video dan setelah itu mempraktekkan langsung. Hasilnya gimana? Ya gitu deh, tetap harus selalu diawasi. 


2. Memakai Masker 

Awal-awal pandemi kami juga patuh dan setia berada di rumah. Tapi kenyataannya kita memang tidak bisa selalu berada di rumah saja karena tetap harus melakukan kegiatan lain di luar sana. Jika terpaksa saya harus keluar rumah, karena ada keperluan atau urusan di luar, tentu anak-anak pun juga ikut serta meski hanya diam di mobil. Namun jika urusannya bertemu dengan orang lain seperti ke sekolah untuk menghadiri rapat orang tua murid, anak-anak selalunya saya titipkan pada Tante terlebih dahulu. Nah, saat keluar rumah mereka udah tahu bahwa harus selalu menggunakan masker dan tidak boleh menyentuh mata, mulut dan hidung. 


3. Menjaga Jarak

Meskipun Kakak belajarnya sehari-hari dari rumah, tapi beberapa kali pihak sekolah meminta anak-anak agar didatangkan ke sekolah untuk kebutuhan sekolah tentunya seperti saat itu diminta untuk datang berfoto rapor, selain itu ada juga permintaan bertemu dengan para Guru kelas untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak baca tulis sekaligus jadi pertimbangan apakah anak sudah bisa lulus TK apa tidak. Nah, saat berkunjung ke sekolah inilah saya benar-benar memberi tahu Kakak bahwa jika ke sekolah nanti harus menjaga jarak dan masker tidak boleh dilepas *kecuali saat berfoto*

Kalau untuk adik-adiknya sih bisa dibilang keluar rumah itu hanya ke rumah keluarga saja itu juga di rumah Tante atau ke rumah Mama aja. Selama pandemi ini malah hanya hitungan jari ke rumah Kakak. Sedangkan ke toko atau mall itu juga sejak awal kami hindari. Anak-anak sampai bosan bertanya kapan bisa ke mall lagi, kapan bisa main lagi. Pernah sekali kami ke mall dan yaampun, tuh anak-anak girang sekali sampai saya capek sendiri untuk ingatin tidak boleh pegang ini, tidak boleh pegang itu dan jadi tobat untuk bawa mereka ke tempat umum lagi. 


Patuhi Protokol Kesehatan Meski Terlihat Asing


Akhir Mei lalu kami mudik ke tempat Mertua. Saat itu, Adik Paksuami menikah. Dengan penuh pertimbangan panjang kami pun berangkat sekalian niat silaturahmi ke Mertua secara sudah berapa kali Lebaran kami tidak melakukan tradisi mudik. Sebelum berangkat anak-anak sudah saya wanti-wanti untuk selalu menerapkan protokol kesehatan baik selama dalam perjalanan maupun saat di tempat Kakek Nenek nanti apalagi bakalan banyak orang kan di rumah Mertua. 

Waktu berangkat kebetulan kapal yang kami tumpangi itu tidak seramai biasanya, namun meskipun begitu saya tetap ekstra menjaga anak-anak untuk tetap menggunakan masker dan juga menjaga jarak. Tidak lupa selalu semprot-semprot handsanitizer ke tangan mereka sebagai pengganti cuci tangan. Duh, pokoknya parno banget deh secara itu perjalanan pertama bawa anak-anak dengan kendaraan umum dalam kondisi pandemi gini. Mau ke toilet aja rasanya takut, syukurnya hanya Si Nomor Dua aja yang sekali minta BAK ditemani Bapaknya ke toilet. 

Saat di tempat Mertua, kebayang kan ya gimana ramainya rumah pesta itu. Begitulah adanya, tapi saya selalu memastikan anak-anak untuk tetap menggunakan masker meski terkadang dengan sadar mereka copot lagi maskernya ketika bermain. Saya sendiri sih tetap terus pakai masker meski orang sekitar nampaknya cuek saja dengan anjuran Prokes. Malahan yang ada masker cuma digantunngin di leher saja. Gak apalah dibilang aneh ataupun lebay

Nah, disini juga nih saya mendengar percakapan orang yang tidak percaya adanya Covid-19 seperti yang saya bilang tadi, sungguh rasanya ingin teriak ke orang itu deh. Gimana tidak, jika pagi sebelum berangkat saya mendapatkan kabar Rekan kerja di project dulu ada yang berpulang setelah berhari-hari berjuang melawan si virus ini, huhuhh. 


Penutup 


Pandemi ini belum berakhir dan kita pun tidak ada yang tahu hingga kapan semua ini akan berakhir. Kita cuma bisa berharap dan berusaha untuk selalu menjaga diri dan keluarga terutama anak-anak agar selalu bisa menerapkan protokol kesehatan. Memang bukan hal mudah dalam menjalani ini semua tapi jika kita punya niat yang kuat, InsyaAllah kita bisa menjalaninya. 

Selain menerapkan protokol kesehatan tentu kita pun juga tetap harus menjaga daya tahan tubuh terutama bagi anak-anak karena mereka belum bisa menjalankan itu semua tanpa arahan dan bimbingan dari kita orangtuanya. 

Semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan kehidupan kita bisa jadi lebih baik lagi. 
Tetap jaga kesehatan buat kita semua. Sehat dan bahagia selalu, Aamiin. 



Diah



25 Comments

  1. :( Saya kagum mba Diah masih mampu mempertahankan prokes ditengah orang-orang "awam". Saat ini kami juga berada di kampung, dan seruan "corona itu tidak ada di kampung kami" masih keras digaungkan oleh masyarakat. Allah sebaik-baik penjaga, semoga Allah menjaga kita semua dari wabah ini, aamiin.

    ReplyDelete
  2. Nah aku juga biasanya gitu sih, karena aku belum punya anak dan belum menikah. Jadi, penerapannya lebih ke anak-anak orang yang kalau main tidak menggunakan protokol kesehatan yang baik seperti menggunakan masket, mencuci tangan, dll. Karena kita juga gak bakal tau virus itu kapan datangnya, selagi bisa memberi tau langsung ke orang terdekat atau orang-orang yang sering dijumpai.

    ReplyDelete
  3. Mengharuskan anak-anak untuk mematuhi protokol kesehatan itu gampang-gampang susah, Mbak. Apalagi di desa, yang orangnya jarang pakai masker. Saya sampai bilang ke adik saya, keluar rumah di teras pun pakai masker. Apalagi suka temen sebayanya pada datang.

    Udah gitu, nyuruh cuci tangan pakai sabun pun harus diawasi. Kalau di rumah saya suka rewel ke adik-adik buat nerapkan prokes. Hahahaa

    Ya, karena kita tahu, pandemi belum berakhir. Dan virus itu entah datang dari mana kita juga gak tahu, makanya perlu waspada.

    Sehat-sehat ya, Mba Diah.

    ReplyDelete
  4. Uuuu sama Mbak. Saya kadang juga sedih kalau melihat orang yang tidak menerapkan prokes. Padahal kondisi pandemi belum berakhir dan siapapun bisa memiliki risiko.

    Penerapan prokes memang tidak hanya untuk orang dewasa. Saya pun terus mengingatkan anak-anak untuk tidak lengah dengan kondisi sekitar, jadi terus diingatkan untuk pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

    ReplyDelete
  5. Adikku tu sering banget aku ingatkan untuk cuci tangan. Jaga jarak. Nah urusan masker ini yang susah. Waktu diminta pake masker eh kok ya jarang maunya. Tapi untungnya cuma main di sekitar rumah sih. dan dia mau Jaga jarak.

    ReplyDelete
  6. Nah mengajari anak untuk kenal dan patuh protokol kesehatan memang nggak mudah ya Mba. Sesederhana ngajakin anak untuk mau tenang memakai masker sepanjang perjalanan dengan segala keenggaknyamanannya.

    ReplyDelete
  7. Aamiin. Semoga anak-anak selalu sehat ya. Aku selalu warning sih buat pakai masker tapi pas di toko tuh, anak-anak nggak mau pake masker 😭
    Hanya bisa terus menambah imun mereka dan berdoa pada Allah, semoga keluarga kita sehat-sehat ya

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, Bio nggak sulit diajak taat prokes. Pernah malah, waktu lagi main di luar, terus ada anak tetangga mendekat, dia langsung menjauh dan lari pulang, untuk lapor ke kami dan mengambil masker. Malah pernah dia ngusir anak itu (yang ga prokes2an) buat menjauh.

    ReplyDelete
  9. anak-anakku juga kalau ke warung sudah biasa pake masker mba pokonya keluar rumah maskeran memang skerang jadi habit, anakku yang cilik jg kalau diajak keluar jgn bun takut coyona :p

    ReplyDelete
  10. Mengajarkan anak tentang pentingnya prokes akan lebih kena dengan kita menunjukkan pada anak bahwa kita sbg orang tua juga patuh menjalankan prokes.

    ReplyDelete
  11. Pandemi ini mengajarkan banyak hal buat kita
    Semua harus beradaptasi, termasuk anak-anak
    Bukan hal yang mudah tentunya menerapkan prokes ke anak, tapi ya tetap harus dibiasakan demi kesehatan dan keamanan bersama

    ReplyDelete
  12. Ke anak-anak ini memang harus berkali-kali diingatkan agar terbiasa. Semoga pandemi ini segera berlalu, aamiin

    ReplyDelete
  13. Bagian tersulit menurut saya menerapkan prokes pada anak adalah memakai masker. Mereka Paling nggak betah lama2 pakai masker. Apa lagi suasana di kampung yang nggak begitu ketat dengan prokes. Masih banyak anak-anak yang enggan dan belum terbiasa dengan masker.

    ReplyDelete
  14. semua berubah karena pandemi ini... semoga orang tua nggak lelah mengajarkan anak untuk hidup bersih dan sehat, +plus mematuhi protokol kesehatan dan kebiasaan-kebiasaan baik lainnya, apalagi di masa pandemi ini yah... karena demi masa depan anak juga...

    ReplyDelete
  15. Kalau anak-anak kadang memang agak susah ya, mbak menerapkan prokesnya. Tapi alhamdulillah sih kalau urusan cuci tangan dan pakai masker masih bisa dibiasain. Yang susah itu jaga jaraknya biasanya kan ya namanya anak-anak sukanya main-main pastinya

    ReplyDelete
  16. Anakku suka lupa kalau lagi main sama temennya di depan rumah, harus diingetin terus.

    ReplyDelete
  17. Anak-anak itu memang masih waktunya bermain dan mereka suka tidak menerapkan prokes. Memang tugas kita nih sebagai orang tua yg harus terus menerus mensosialisasikan ini

    ReplyDelete
  18. alhamdulillah anakku udah hafal prokes, bahkan yang batita aja kalau pergi wajib pakai masker, dia gak mau kalau keluar rumah ga pake masker,heuheu

    ReplyDelete
  19. anakku yg Sd udah mulai masuk sekolah mba, jadi harus bener bener memtahui prokes demi kesehatan bersama

    untungnya anaknya nurut kalau dibilangin jadi lebih mudah diarahkan

    ReplyDelete
  20. Masih banyak, Mba yang ga percaya sa covid 19. Di lingkunga saya saja anak2 kecil dibiarkan main diluar seolah tak terjadi apa2.

    ReplyDelete
  21. Ahamdulillah,
    Sudah 2 tahun kita berjalan bersama pandemi. Semoga senantiasa dilindungi Allah dan dijauhkan dari virus. Menjaga protokol kesehatan dan membiasakannya ini bagus sekali. Anak-anak menjadi lebih berhati-hati ketika berada di luar rumah.

    ReplyDelete
  22. Memang penting ajarkan anak prokes di masa ini, prepare daripada yang nggak2 terjadi ya

    ReplyDelete
  23. Aamiin Allahumma aamiin

    Menerapkan protokol kesehatan kepada anak memang bukan hal mudah. Orang dewasa aja masih ada yang susah disuruh prokes sampai sekarang.

    Makanya, saya salut dengan orangtua yang mau mengajarkan hal ini. Gak mudah, tetapi tetap konsisten. Pada akhirnya anak-anak juga akan merasakan manfaatnya.

    ReplyDelete
  24. Sejak awal pandemi aku mulai nih jelasin tentang pandemi dan kondisi ini serta segala hal tentang prokesnya. Alhamdulillah anak-anak sudah mulai terbiasa, meski begitu harus tetap di awasi. Tapi at least anak-anak sudah mengerti kondisinya dan sudah ngga kaget dengan kondisi ini.

    ReplyDelete
  25. Iya nih, aku gak segan-segan sounding ke anak-anak soa prokes, tapi buat anak SD ampun deh, haha. Abang Pendar tuh ada aja main bukan masker atau pegang sekitarnya bikin ibunya panik

    ReplyDelete

Thanks for Reading^^

Feel free to share your Comment :)