Tinggal beberapa hari lagi, InsyaAllah kita akan memasuki bulan suci Ramadhan ya?
MasyaAllah, gak berasa banget ya! Meski nampaknya tahun ini Ramadhan masih akan kita lalui seperti tahun kemarin yaitu dianjurkan untuk melaksanakan ibadah di rumah saja. Padahal kan ya, selain berpuasa di siang hari, melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah di Masjid adalah yang paling dinantikan. 


mengajarkan anak shalat di usia 7 tahun


Apalagi bagi orang tua, momen ini bisa jadi salah satu cara juga agar bisa mengajarkan anak akan pentingnya shalat berjamaah di Masjid. Bisa jadi jalan ninja bonding juga antara orang tua dan anak saat sama-sama berangkat ke Masjid tuk ibadah bersama. Mengajarkan anak untuk shalat sebagai perintah agama, kewajiban bagi setiap umat Muslim. 

Dalam Islam, anak yang berusia 7 tahun sudah harus melaksanakan shalat dan bahkan orang tua boleh memukul mereka di usia 10 tahun jika mereka menolak untuk shalat. Seperti yang diajarkan dalam sebuah Hadist:


"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (apabila mereka menolak) pada saat mereka berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan)." (HR. Abu Dawud)



Pas banget deh, November mendatang, InsyaAllah Si Kakak Faraz akan masuk usia 7 tahun. Sebagai Ibu, Madrasah pertama bagi anak-anaknya, terlebih lagi saat ini bisa dibilang saya itu berada di samping mereka 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Saya pun mulai was-was, takut nanti si Kakak susah mendengar dan saya gagal mengajarkan nilai dasar ini. Meski sih dari kapan tahun juga udah disounding akan kewajiban kita sebagai manusia untuk shalat, beribadah kepada Allah Swt sebagai pencipta kita dan kami juga sudah mulai mengajarkannya shalat, mengajaknya shalat ketika masuk waktunya, ya tetap aja merasa dag dig dug der gitu deh. 

Sounds lebay? Ah, gak juga doong! 
Ini perintah shaaay, yang mana nanti di hari akhir saya (dan juga Bapaknya, tentunya) akan dimintai pertanggung jawaban atas hal ini juga kan? Jadi wajar dong rasa cemas itu ada. 


Mengapa Mengajarkan Anak Shalat di Usia 7 Tahun? 


Karena anak di usia 7 tahun sudah masuk dalam kategori sekolah dan sudah mulai lebih mengerti. Meskipun anak-anak sudah dikenalkan mengenai shalat, puasa, ibadah haji di waktu TK, bahkan anak-anak yang sekolah di TK Islam itu pada umumnyaa melaksanakan praktek Manasik Haji. 

Seperti Faraz saat di TK A tahun lalu, kebetulan kami memasukkannya di TK Islam, dia pun juga telah melaksanakan praktek Manasik Haji lho. Sehari-hari juga diajarkan shalat berjamaah ketika masuk waktu Dzuhur sebelum mereka pulang, bahkan sebelum belajar di pagi hari mereka dibiasakan untuk shalat Dhuha terlebih dahulu. 

Jadi, harapannya mengajarkan anak untuk shalat lima waktu di usia 7 tahun itu sudah bisa karena mereka telah memiliki dasar pengetahuan, tinggal kita sebagai orang tua harus sabar dalam membimbing dan menciptakan kebiasaan baik bagi anak sebagai bekalnya kelak. Jadi ketika usianya menginjak 10 tahun, shalat bukan lagi hal asing bagi mereka melainkan adalah sebuah kewajiban dan jika ditinggalkan akan mendapatkan sanksi. 


Tantangan Mengajarkan Anak Shalat di Usia 7 Tahun 


Ahaaa, pas banget deh saat blogwalking di blog www.parentingbyrey.com milik Kak Reyne Raea a.k.a Kak Rey ternyata beberapa waktu lalu doi habis posting tentang hal ini juga. MasyaAllah, Alhamdulillah berasa menemukan kunci jawaban di saat ujian gak sih *eh. Jadi di blogpostnya kali itu Kak Rey cerita kegalauannya tentang anak sulungnya yang belakangan ini shalatnya malah jadi mengalami kemunduran, padahal usia Si Sulung sudah masuk 10 tahun lho, which is berdasarkan ajaran agama sih di umur segitu anak ssdah bisa dipukul jika disuruh shalat namun menolak atau enggan melaksanakan. 

Eits, tapi gak boleh sepenuhnya menyalahkan anak juga sih tentang hal yang satu ini karena biar gimana pun orang tua itu punya peran penting. Orang tua harus jadi role model yang baik bagi anaknya. Dengan kata lain, orang tua harus memberi contoh yang baik buat anak-anak agar anak juga bisa menjadi seperti yang kau minta, eh maksudnya seperti yang diinginkan. 

💁"Ups, tapi saya udah beri contoh yang baik kok buat anak. Saya udah begini dan begitu kok. Anaknya aja nih yang susah diatur." (Suara hati Emak) 

Ada yang anaknya seperti itu juga kah Mak? 
Pasti ya. Setiap sesuatu itu punya tantangannya sendiri. 
Apalagi saat ini kan biasanya anak lebih dekat dengan gadget, game online, ataupun menonton televisi. Biasanya kalau anak sedang serius pasti akan menolak dengan berbagai alasan lalu pada akhirnya waktu shalat pun terlewat begitu saja. 

Kalau orang tuanya tegas sih pasti anaknya akan menurut. Namun kalau sebaliknya, orang tua santai cenderung cuek, ya anak juga pasti bakalan biasa aja, paling juga Mama ntar lupa suruh shalat.
 
Nah, sebagai orang tua disinilah peranan kita untuk memberi contoh yang baik, disiplin dan memiliki komitmen kuat dalam menerapkan aturan. Hmm, kan katanya batu di pinggir pantai pun juga bakalan hancur jika sering terkena air. Jadi, jangan lupa tetap sabar dan semangat ya Mak! 😁 


Tips Mengajarkan Anak Shalat di Usia 7 Tahun


Yeaay, pas banget lho Mak, di blogpostnya Kak Rey itu bisa kita temukan Tips Mengajarkan Anak Shalat di usia 7 tahun, katanya ini juga rangkuman dari kegiatan parenting series di sekolah anaknya. Baca postingannya itu saya jadi beneran manggut-manggut dan langsung ingin menerapkan. Pasti penasaran juga kan? Yuk kita simak poin-poin pentingnya ya. 

1. Teladan dari Orang Tua

Jelas dong ya, karena orang tua adalah orang terdekat anak, jadi sebagai orang tua kita harus memberikan contoh kepada anak agar mereka pun bisa menirunya. Tentu sebelum usia 7 tahun pun anak sudah sering melihat  kita shalat, bahkan mungkin sesekali mereka juga ikut shalat bersama. Kalau saya sendiri sih, sekarang ini sudah mulai sering ajak Si Kakak untuk shalat ketika masuk waktu shalat, bahkan kedua adiknya pun juga semangat untuk ikut. Apalagi saat ke rumah Tante, disana malah mereka itu semangat dan bergegas bangkit shalat saat mendengar suara Adzan. 

2. Pembiasaan

Ajak anak shalat bersama, semakin sering anak melakukannya akan tercipta pula kebiasaan  baik. Anak akan rajin shalat meski tidak diingatkan lagi karena sudah terbiasa melakukannya. 




3. Nasihat Tanpa Lelah

Selain kedua hal di atas, yang paling penting juga agar kita tidak pernah bosan untuk memberikan nasihat ke anak tentang shalat. Saaya pun juga dari sekarang sudah mengingatkan ke Si Kakak bahwa shalat adalah kewajiban kita sebagai umat Muslim yang akan ditanyakan pertama kali saat di hari akhir nanti. Saya juga bilang ke dia, saat usianya 10 tahun nanti, kalau tidak shalat maka akan dicambuk, cambuk di dunia jauh lebih ringan dibanding cambukan di hari akhir nanti. Dia pun menunjukkan ekspresi seram, mungkin saat TK A dulu sudah dikenalkan ada surga dan neraka jadi dia masih ingat dan takut. 

4. Adanya Kontrol

Kebetulan beberapa waktu lalu saya membelikan dia buku yang ada bonus ibadah trackernya gitu. Nah, rencana itu yang akan saya jadikan patokan buat dia nanti saat belajar shalat biar konsisten dan disiplin. Dengan adanya kontrol seperti ini semoga dia bisa semangat dalam belajar. 

5. Adanya Sanksi atau Apresiasi

Sanksi dan apresiasi penting bagi anak dalam melatih kedisiplinan utamanya saat mengajarkan shalat karena dengan adanya sanksi anak akan merasa takut jika melanggar, sebaliknya perlu juga diapresiasi agar anak menjadi semangat dalam belajar shalat. Pas banget, Si Kakak itu paling suka kalau belajar dan diberi bintang. Ini juga rencana nantinya akan saya terapkan untuknya (juga untuk kedua adiknya kelak). 


Nah, ada yang sedang bersiap mengajarkan anak shalat juga? Boleh dipraktekkan juga tips tadi ya atau ada yang mau menambahkan? Feel free to drop your comment ya Mak, biar kita sama-sama belajar dan semoga anak-anak menjadi semangat juga belajar shalatnya, Aamiin. 


Semoga bermanfaat. 



Diah




22 Comments

  1. Terimakasih sudah berbagi tips mba. Anakku mau 6 tahun tapi harus mulai harus diterapkan tips nya mulai sekarang deh. Biar nanti lebih gampang buat ngajarin nya.

    ReplyDelete
  2. Ponakan daku juga udah berusia 7 tahun kak, alhamdulillah lagi asiknya ngikutin orang rumah solat. Memang bener sih ya pembiasaan dan adanya contoh itu perlu

    ReplyDelete
  3. Masyaallah cita citaku juga buat ajarin anakku nanti sejak kecil tentang agama, terlebih ke ngaji. Supaya terbiasa sampai besar ya dan menjadi orang yg lebih baik lagi. Haha soon deh tapi nikah dulu aja laa

    ReplyDelete
  4. Aku jadi inget pertama kali belajar solat, kayaknya umur 3 tahun deh. Soalnya aku udah punya mukena. Tapi lupa belajar solatnya bener apa nggak wkwk. Memang harus diajarin sedini mungkin ya mbak, biar anak terbiasa nantinya.

    ReplyDelete
  5. Soal ini ak udah pernah omongin sama suami waktu anakku usia 2 tahun dan sekarang dia 3,5 tahun. Makin waktu berjalan makin Deg degan menuju 3 tahun tapi tetap harus dinikmati waktu yang ada dengan tetap edukasi anak :'?

    ReplyDelete
  6. Setuju banget dengan teladan dan pembiasaan. Anak kan mencontoh dari orang tua dan ala bisa karena biasa ya.

    ReplyDelete
  7. Iya bener mbak saat anakku usia 5-6 aku masih santuy kdng wes biarin anaknya bobo gak sholat subuh. Tapi setelah 6 tahun lbh tu aku mulai tegas wajib sholat. Trus semenjak ada mushola dibangun depan rumah anakku jd kuwajibin sholat di sana. Biar jd kebiasaan si anak sejak dini. Dibanding sanksi terus terang lbh memilih apresiasi, alhamdulillah anaknya dah bangns2 sendiri skrng saat subuh hehe

    ReplyDelete
  8. Bener banget nih, deg-degan banget mau ngajarin anak ttg agama. Apalagi anakku laki-laki ibu dan ayahnya musti bisa jadi tauladan.

    ReplyDelete
  9. Anakku juga sebentar lagi mau 7 tahun, Alhamdulillah kebetulan di sekolah nya udah dibiasakan sholat berjamaah. Jadi di rumah pun terbiasa

    ReplyDelete
  10. Mengajarkan anak sholat emang lebih baik sejak dini.. Aku juga setuju dgn poin2 di atas, membiasakan dan contoh dari orang tua berpengaruh banget..

    ReplyDelete
  11. Setuju banget sama poin-poin yang disampaikan diatas.. Aku juga mulai mengenalkan anakku dengan ibadah sholat, dan emang kudu diingatkan terus sih.. Ga boleh bosen, terus dikasih semangat untuk beribadah dengan hati yang bahagia :D

    ReplyDelete
  12. Masya Allah, bermanfaat sekali mba :) semoga kita bisa membekali anak-anak dg yg baik ya, biar anak tumbuh dengan tanggung jawab :)

    ReplyDelete
  13. Mengajarkan solat sejak usia dini itu penting ya mbak. Sehingga akan timbul rasa "suka" dan "bahagia" lebih dulu.
    PR buat oragtua mengajarkan ibadah terhadap anak-anaknya.

    ReplyDelete
  14. Say, diriku paling senang main ke blog ini hanya untuk lihat fotomu yang pakai jilbab merah itu, kece banget loh, hehehe.

    BTW, puasa nanti anak-anak boleh nggak salat tarawih di masjid?
    Diriku bingung nih, soalnya kalau membiarkan si kakak salat tarawih di masjid itu berarti saya juga harus ikutan beserta adiknya.
    Dan ikutan pun rasanya tidak bisa memantau si Kakak dengan baik, karena dia salatnya di depan.

    Masih deg-degan eh mau salat di masjid, meski disini orang-orang udah pada salat di masjid.

    Padahal Kalau bulan puasa itu kan kan jadi momentum yang pas banget kan membiasakan anak-anak untuk salat lebih rajin lagi.

    Duh, i hope pandemi segera benar-benar berlalu.

    Si Kakak jadi sering malas salat karena kelamaan di rumah terus, tidak ada bantuan Ustadzah atau ustaz nya langsung yang memberikan petuah langsung sama si Kakak tentang pentingnya salat di awal waktu.

    Alasan sih, padahal mamaknya juga yang malas banget salat di awal waktu, hehehe.
    Padahal ya anak-anak menilai dan mencontoh orang tuanya dalam hal ini mamaknya ini, hehehe.

    ReplyDelete
  15. Menurutku dirimu sudah tambahkan 1 hal juga untuk dukung mengajarkan anak sholat, sudah dikasih "lingkungan yang baik" dengan disekolahkan di TK Islam, jadi pembiasaannya bisa berjalan. ❤️

    ReplyDelete
  16. Mengajarkan anak sholat itu memang harus sejak dini ya, yang paling penting juga orang tua harus jadi teladan yang baik, jadi anak sudah terbiasa melihat orang tuanya sholat dan bisa dengan mudah mengikutinya.

    ReplyDelete
  17. Wahyu sengaja saya sekolahkan di sekolah islam agar ia mendapatkan nilai-nilai agama yang mungkin luput kami ajarkan di rumah. Salah satu cara yang kami lakukan agar Wahyu semangat shalat adalah dengan memberikan apresiasi berupa pujian dan reward (berupa membelikan barang yang disukainya)

    ReplyDelete
  18. Bener banget. Konon katanya, anak2 itu sebaiknya diajari solat oleh orangtua bukan org lain spt guru ngaji supaya pahala seumur hidup dari si anak terus mengalir ke ortunya bukan ke org lain.

    ReplyDelete
  19. Memang urusan pelajaran agama dan penerapannya harus diajarkan sejak usia dini. Kelak akan menjadi bekalnya di kemudian hari

    Orang tua juga harus menjadi contoh yang baik. Karena anak adalah peniru ulung dan mereka tentunya meniru dari ortunya

    ReplyDelete
  20. Iy tawwa yang sudah mau 7 tahun. Barakallah Faraz.

    Begitu di kak dilemanya emak2? Harap-harap cemas dengan hasil didikan selama ini. Apalagi perkara sholat ini, urusannya sampe bile-bile katanya Upin Ipin.

    Semangat kak. Kalau 5 tips yang kita tulis sudah di ikhtiarkan maksimal, in syaa Allah hasilnya akan sesuai harapan.

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah dapat ilmu lagi. Makasih sai sharingnya, bekal bila kelak dpercayakan jadi ‘ibu’... :)

    ReplyDelete

Thanks for Reading^^

Feel free to share your Comment :)