New Normal! Hampir satu bulan belakangan, dua kata ini menjadi sangat familiar di telinga. Pandemi virus Covid-19 yang telah hadir di Indonesia sejak awal Maret lalu memang telah mengubah banyak hal di kehidupan sehari-hari kita. Tidak hanya dari segi ekonomi dan kesehatan, bahkan kehidupan sosial pun juga berubah.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dari diberlakukannya sekolah dari rumah, kerja dari rumah, bahkan beribadah pun juga terpaksa harus dilakukan dari rumah. Penutupan fasilitas umum diberlakukan dimana-mana, lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB) dilakukan di berbagai daerah khususnya yang tercatat sebagai wilayah yang masuk dalam zona merah. Tidak hanya itu juga ditutupnya akses transportasi laut dan udara bagi umum sehingga orang tidak bisa lagi bepergian, sungguh miris kehidupan ini.

Tahun ini, sangatlah spesial. Dimana kita rela untuk melaksanakan Ibadah Ramadhan dengan penuh keprihatinan,  kita tidak dapat beribadah di Masjid seperti biasa. Tidak ada Shalat Tarawih berjamaah di Masjid bahkan saat Lebaran pun kita juga patuh untuk melaksanakan Shalat Ied berjamaah #dirumahsaja, pun begitu juga dengan tidak diperkenankannya mudik Lebaran. Hiks, sedih pastinya ketika saat yang dinanti tuk berkumpul harus rela dilaksanakan hanya lewat virtual saja.

Oh iya, ada yang berbeda juga. Tahun ini anak-anak sekolah yang lulus dari jenjang pendidikannya pun juga terpaksa melewatinya dengan sangat sederhana. Tidak ada selebrasi secara langsung, semua dilakukan juga melalui virtual.

Namun, setelah tiga bulan lamanya si virus menjajah negara kita ini, mulai terlihat penurunan jumlah korban di beberapa wilayah. Pemerintah pun hendak memberlakukan sesuatu yang baru, new normal. Namun sebelumnya, saat ini kita masih dalam masa transisi dahulu. Sambil melihat kesiapan kita dalam menghadapi kehidupan yang baru nanti.

New Normal itu Apa sih?

Dilansir dari laman detik.com new normal yaitu "langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. Namun, penerapan skenario new normal ini tentunya akan dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah tersebut dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Jadi, new normal dapat juga diartikan bahwa bagaimana cara kita tetap bertahan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa di tengah pandemi ini tapi dengan terus menerapkan dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah demi kebaikan kita bersama. Kehidupan setelah adanya pandemi inilah yang disebut dengan new normal atau kebiasaan (hidup) baru. Sedangkan normal berarti segala hal harus berjalan seperti biasa, semua yang telah diterapkan selama tiga bulan ini tetap harus terus dilanjutkan.


Melanjutkan Kebiasaan Baik Selama Pandemi  

Pandemi ini sebenarnya telah memberikan banyak pelajaran dan hal baik bagi kehidupan kita. Nah, kini tibalah saatnya kita mau tidak mau harus bisa melanjutkan kebiasaan baik yang telah kita lakukan itu sejak hadirnya si virus yang setiap saat bisa saja mengancam nyawa kita karena hingga saat ini belum ada kabar baik mengenai vaksin atau anti virus yang dapat menghilangkannya dari Bumi kita ini. Suka tidak suka, kita  terpaksa harus bisa menerima hidup berdampingan dengan si virus.



Sudah tiga bulan lebih kita telah berhasil mengikuti anjuran yang ditetapkan seperti memakai masker ketika keluar rumah dan ketika sakit juga tetap meggunakan masker meski berada dalam rumah demi mencegah hal yang tidak diinginkan. Langkah lainnya yaitu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan kita juga telah terbiasa tuk membersihkan diri terlebih dahulu ketika kembali ke rumah sebelum bergabung dengan anggota keluarga lainnya. Tidak hanya itu, kita juga telah menerapkan jaga jarak aman, meski masih ada sebagian orang sih yang masih acuh terhadap himbauan ini. Tidak menyentuh bagian wajah terutama mata, hidung dan mulut yang rawan virus masuk ke dalam tubuh melalui anggota tubuh ini. Tidak pula berjabat tangan atau cipika-cipiki ketika bertemu kerabat.

Nah, pada saat new normal nantinya kita harus tetap melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan selama pandemi itu. Malah wajib ditambahkan dengan hal-hal penting lainnya seperti:
  1. Membawa sendiri perlengkapan pribadi jika keluar rumah, seperti tissue basah, tissue kering juga hand sanitizer
  2. Membawa bekal makanan dan minuman sendiri ketika keluar, agar lebih terjamin kehigienisannya
  3. Membawa sendiri alat shalat agar tidak saling bertukar dengan orang lain. 
  4. Tetap selalu menjaga daya tahan tubuh terutama bagi anak-anak yang sudah mulai berinteraksi dengan teman-temannya. 
  5. Tidak lupa pula untuk selalu memperhatikan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam aturan new normal
  6. Hal lain yang tak kalah penting juga adalah bisa mengatur waktu agar produktif dan efektif agar kita tidak merasa lelah dan sulit mengontrol diri. 

Beradaptasi dengan New Normal

Saat ini penerapan new normal memang masih belum merata. Ada sebagian yang telah melaksanakannya dan sebagian lain masih dalam tahap penjajakan. Bahkan, sebenarnya konsep new normal ini masih menjadi bahan perdebatan oleh banyak pihak. Mengapa harus new normal? Bukankah dengan adanya new normal maka bisa jadi akan menimbulkan penambahan kasus baru yang lebih banyak? Duh, Naudzubillah ya. Semoga saja ini tidak terjadi!

Sebaliknya, ada baiknya juga kita harus berfikir positif bahwa ini adalah salah satu upaya kita untuk melawan virus itu untuk segera pergi dari Bumi. Eiits, tapi bukan berarti kita mengesampingkan keselamatan diri sendiri lho ya, justru  kita harus lebih waspada dan  meningkatkan kepekaan dalam menjaga diri kita dan juga orang sekitar.

New normal ini memang diharapkan agar sektor ekonomi yang beberapa bulan belakangan ini melemah bisa kembali bangkit. Perusahaan, pabrik, hotel dan semua pelaku bisnis yang sempat merumahkan karyawannya bisa beroperasi kembali seperti biasa. Perkantoran baik yang swasta apalagi negeri yang selama ini memberlakukan kerja dari rumah bisa kembali bekerja di kantor lagi tentunya dengan menjalankan segala protokol kesehatan yang lengkap.

Namun, sepertinya pada sektor pendidikan new normal ini belum bisa sepenuhnya berlaku. Meskipun keputusan Menteri telah menetapkan bahwa tahun ajaran baru tetap akan dibuka pada bulan Juli mendatang hanya bagi wilayah yang masuk dalam zona hijau, tetapi pilihan kembali diberikan kepada orangtua apakah mengizinkan anaknya kembali bersekolah seperti sedia kala atau tetap mengikuti proses belajar mengajar secara tidak lagsung melalui online/daring seperti yang telah berlangsung sejak Maret lalu.

Tentunya orangtua akan memilih yang terbaik bagi anak-anaknya. Saya pun sebagai orangtua yang memiliki anak usai sekolah, apalagi anak saya masih di bangku Taman Kanak-Kanak, saya akan memilih tetap melakukan pembelajaran dari rumah saja meski saya telah mendaftarkannya di sekolah yang ada di Kendari ini. Saya tidak mau mengambil risiko pada anak saya. Walau anak-anak telah diberi gambaran dan pemahaman mengenai kondisi saat ini tetapi kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di sekolah dan para guru pun belum tentu bisa mengontrol tingkah laku dari semua anak didiknya.

stop the spread


Pada akhirnya, mulai sekarang kita harus bisa dan terbiasa untuk beradaptasi dengan new normal yang akan segera berlaku bagi kehidupan kita ini. Semoga saja semua bisa berjalan dengan baik, virus segera pergi dan hidup kita bisa benar-benar kembali normal seperti sedia kala, Aamiin.

Tetap Sehat dan Tetap Semaangat ya! ❤



*pictures by Canva







17 Comments

  1. bener bgt, mau nggak mau kudu beradaptasi dengan kondisi new normal saat ini, tp aku masih enggan buat menerimanya karena masih parno. huhu
    tp nggak bisa kl gini trs kan ya, apalagi tuntutan pekerjaan yg harus ketemu banyak orang, huhu

    ReplyDelete
  2. sampai hari ini udah mau hampir 4 bulan belom keluar-keluar rumah, belom berani juga untuk keluar dengan kondisi new normal begini, mudah-mudahan semuanya kembali membaik ya ka, dan semoga yang keluar rumah disiplin mematuhi protokol kesehatan

    ReplyDelete
  3. Semoga semua pihak mau melaksanakan protokol kesehatan selama New Normal ini.
    Semua harus saling menjaga dan menghargai.

    ReplyDelete
  4. Betul banget Mbak. Mau tak mau kita hidup berdampingan dengan virus pastinya dengan menerapkan prosedur menjaga kesehatan dimanapun kita berada.

    ReplyDelete
  5. Aku sebetulnya ngeri sama new normal ini. Tapi ya mau gimana lagi. Semuanya sudah dipaksa buat balik seperti biasanya.

    ReplyDelete
  6. menghadapi new normal, bismillah aja lah semoga semua selalu sehat

    ReplyDelete
  7. New normal yang akhirnya ya udah jadi new norma kan, Sekarang udah gak bisa asal-asalan kayak dulu lagi. Makan di luar mesti lebih hati2, jalan2 ke maal juga udah nggak sesantai dulu lagi. AKu pribadi masih lebih banyak di rumah. Mungkin bakal begini sampai vaksinnya ditemukan.

    ReplyDelete
  8. Benar mba, dengan new normal harapan kita semua agar kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Kasihan dengan bbeberapa karyawan yg dirumahkan..semoga new normal membuat merek dapat bekerja kembali

    ReplyDelete
  9. Betul Mbak, kebiasaan baii harus tetap diteruskan, meski daerah kita sudah bukan zona merah lagi. Nggak tau kenapa soalnya aku masih was-was takut ada second wave, tapi nauzubillah, mudah-mudahan nggak terjadi ya. Mudah-mudahan kita semua sehat terus ya Mbak, semangat :)

    ReplyDelete
  10. Peer banget ini, ya. Soalnya lihat masyarakat kadang kurang kesadarannya. Moga aja mereka lebih paham aturannya. Sosialisasi harus lebih ditingkatkan Karena banyak yang menganggap keadaan ini Kaya back to normal. Padahal enggak seperti itu. Kebiasaan baik menjaga kesehatan memang harus terus dilanjutkan.

    ReplyDelete
  11. Tetap harus ketat menjaga diri. Melakukan protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan dan aktivitas di luar rumah, tetap jadi pilihan terbaik. Semoga semua berlalu dan benar2 kembali normal.

    ReplyDelete
  12. intinya tetap harus menjaga diri dengan baik mbak. Protokol AKB tetap harus menjadi harga mati karena kita tidak tahu bagaimana kondisi sekitar kita. Semoga pandemi ini segera berlalu ya mbak, agar kita menikmati kembali kehidupan yang normal seperti sebelumnya.aamiin

    ReplyDelete
  13. kadang ya kak kita udah menjalankan protokol, tp org2 disekitar kita cuek :((

    ReplyDelete
  14. dan kita harus menghindari stress untuk tetap manjaga daya tahan tubuh biar gk down ya kak.
    semoga pandemi ini segera berlalu

    ReplyDelete
  15. Peralatan solat sendiri sudah harus selalu dalam tas, soalnya kadang daku suka ketinggalan juga sih di rumah

    ReplyDelete
  16. Mau gak mau memang harus diikuti new normal ini. Walaupun ngeri.
    Karena cm itu yg bs dilakukan pemerintah.

    ReplyDelete
  17. Walaupun sudah New Normal, aku dan keluarga masih berusaha sebisa mungkin stay at home. Makin khawatir karena ada kolega suami meninggal karena positif covid19 :(

    ReplyDelete

Thanks for Reading^^

Feel free to share your Comment :)