Pages - Menu

Thursday, 11 July 2019

5 Alasan Belanja di Pasar Tradisional

Sebagai perempuan, apalagi yang sudah menikah, belanja kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan pastilah menjadi agenda rutin. Ntah itu harian ataupun mingguan. Meskipun sekarang banyak penjual sayur dan ikan yang menjual dengan sistem door to door a.k.a. lewat depan rumah di pagi hari (di tempat saya biasanya pagi hari) tapi terkadang ada aja deh bahan yang dijual Mbak atau Mas sayur yang kita butuhkan tidak tersedia. Biasanya sih kalau butuh sesuatu yang Si Mbak atau Mas sayur gak jual saya nitip ke penjual sayur minta dibawakan bahan yang saya butuhkan itu untuk keesokan harinya, tapi kalau itemnya sudah lebih dari satu, rasanya lebih afdol kalau belanjanya sendiri biar bisa lebih bebas milihnya. Nah, tinggal pilih deh mau belanja yang nyaman di mall atau kembali ke pasar tradisional. Kalau saya sih biasanya lebih memilih belanja kebutuhan dapur itu ya di pasar tradisional.


Ayoo, ngacung siapa yang masih sering soan ke pasar tradisional buat beli keperluan dapurnya atau mungkin juga belanja kebutuhan lain di pasar? 🙋 

Kalau saya sih untuk belanja keperluan dapur lebih senangnya langsung ke pasar tradisional daripada di mall. Kalau belanja bulanan atau keperluan lain sih lebih senang di supermarket dan juga belanja online *upsss*. Iyah, biar bisa lebih efisien waktu aja sih, tahu sendirilah emak-emak sok sibuk rempong gini. 

Emang kenapa sih masih ingin belanja di pasar tradisional? Lah, kan di mall juga sudah tersedia semua kebutuhan kita dari A sampai Z. Hmm, karena alasan berikutlah kenapa saya masih suka belanja di pasar tradisional. Penasaran juga kan pastinya? Yukss, mari dilanjut.

1. Harga Lebih Murah 
kendaripos.co.id
Belanja di Pasar itu bisa lebih murah. Coba deh bandingkan dengan belanja di supermarket, mall ataupun pedagang keliling. Harga yang bisa kita peroleh di pasar tradisional pastilah lebih murah karena di pasarlah tepat awal mula terjadinya proses transaksi dari pengumpul ke pedagang di pasar. Otomatis biaya ini masih sedikit jadilah harganya juga masih belum ditambahkan dengan biaya lain-lain. Sehingga harga yang ditawarkan di pasar masih jauh lebih murah dibandingkan tempat lain.

2. Barang Bisa Ditawar

Senangnya belanja di pasar tradisional itu kita bisa lebih hemat. Kenapa bisa hemat? Iyah doong, kalau di pasar kan selain harga yang masih jauh lebih murah dibanding tempat lain barangnya pun masih bisa ditawar. Tapi tawarnya pakai perasaan juga dong ya, yang sewajarnya lah kalau menawar. Kasihan penjualnya juga kalau kita nawarnya dengan kejam, harga Rp 100.000,- ditawar setengah harga masih wajar sih, tapi kalau udah sampai minta jadi Rp 20.000,- itu sama aja dengan sadis! Ayooo, kalau belanja di mall mana bisa ada tawar menawar. Nominal yang tertera di price tag maka itulah yang harus dibayar di kasir. Meski saya tidak pandai menawar sih tapi setidaknya kalau belanja di pasar itu saya bisa lebih hemat.

Baca juga: Arisan: Yay or Nay? 

3. Bahan Segar dari Petani dan Nelayan
indonesiatimur.co
Belanja di pasar tradisional itu kita bisa dapat ikan yang segar yang baru saja ditangkap atau dibawa oleh nelayan. Selain itu sayur dan buah-buahan juga lebih segar karena baru dipanen oleh para petani dan langsung dibawa ke pasar tradisional. Tidak hanya itu, untuk daging juga segar karena hewan yang disembelih pagi hari akan langsung dibawa ke pasar. Kita jadi bisa lebih bebas memilih barang yang kita inginkan karena stock barangnya selalu berganti setiap hari. Jadi tidak mudah terkecoh oleh penampakan sayuran yang selalu terlihat segar padahal itu bisa awet karena disimpannya dalam kulkas. Lah, di pasar tradisional mana ada penjual menyediakan kulkas, paling juga cuma box berisi es batu untuk ikan ataupun daging yang cuma bisa bertahan sehari. Kalau di Kendari sih, beli sayuran segar itu kami seringnya di Pasar Baruga karena murah meriah, pedagang sayur keliling pun belinya disitu untuk dijual kembali.

4. Lengkap dan Banyak Pilihan

Belanja di pasar tradisional itu juga tidak kalah menariknya. Segala keperluan bisa kita temukan di pasar yang belum tentu tersedia di supermarket ataupun mall. Ada beraneka macam sayur segar, ikan air tawar dan laut, daging, buah, bumbu dapur yang bisa dibeli sesuai kebutuhan dan tentu harganya lebih bersahabat,  peralatan rumah tangga, pakaian, bahkan aneka kerajinan tangan yang bentuknya lucu dan menggemaskan bisa dengan mudah kita dapatkan di pasar. Ya, asal tekun saja ya menjelajah ke seluruh penjuru pasar. 😀

5. Pasar Tradisional Buka Lebih Pagi
zonasultra.com
Belanja di pasar tradisional itu memungkinkan kita mendapatkan bahan makanan yang fresh dan bisa masak lebih awal karena pasar tradisional itu mulai beroperasi di pagi hari, bahkan sebelum matahari muncul di ufuk timur. Aneka jajanan pasar pun bisa kita temukan seperti kue tradisional yang bisa jadi teman saat sarapan. Kalau mau beli daging segar juga adanya tuh di pagi hari, kalau di Kendari sini sebelum jam 7 pagi sudah harus ke pasar kalau emang mau beli daging. Pasar yang paling banyak diserbu untuk beli daging sapi itu adanya di Pasar Basah Mandonga, kalau ayam sih semua pasar juga ada pedagangnya.

Baca juga: Nasi Goreng: Menu Praktis Andalan Keluarga

Uhuukk, jadi panjang juga ya blogspost kali ini. Yeaay, jadi kurang lebih seperti itulah alasan saya kenapa masih tetap sering belanja di pasar tradisional. Apalagi sekarang pasar tradisonal pun juga mulai berbenah. Baik dari segi kebersihan maupun fasilitas umum yang dibutuhkan oleh pengunjung maupun pedang pasar itu sendiri. Kalau kalian gimana, Temans?  Masih sering belanja di pasar tradisional juga kah? 


Cheers,

Diah


1 comment:

  1. Seiring perkembangan waktu, pasar tradisional akan berubah menjadi pasar semi modern/ modern. Dengan desain yang baru dan lebih bersih tentunya. Hehee

    ReplyDelete

Thanks for Reading^^

Feel free to share your Comment :)