Arisan, Yay or Nay?

By Diah Alsa - February 15, 2019

"Jangan lupa ya Bu, arisan Dharma Wanita di Resto ABC Sabtu besok!"

"Arisan Alumni angkatan direschedule jadi hari Minggu sore ya, karena si D lagi berhalangan di Sabtu siang."

"Pembayaran arisan barang XYZ nya sisa 5 kali lagi lho, Jenk."

kaskus.id

Hmm, pernah dapat pesan singkat yang bunyinya seperti itu? Jaman sekarang mah ya arisan itu adalah salah satu agenda paten yang ada di hampir tiap wanita. Ntah itu arisan Dharma Wanita tuntutan kantor pasangan, arisan alumni sekolah ataupun saat kuliah, arisan barang: biasanya barang branded seperti tas, perhiasan, emas dan lain sebagainya bahkan sampai ke perabot rumah tangga.

Ayo ngacung, siapa nih yang senang arisan?
Kalau tidak salah, saya kenal dengan arisan itu sewaktu SMP, tapi cuma jadi penyimak saja karena kala itu jatah uang jajan saya tidak tentu. Kadang dikasih jajan, kadang pula tidak. Saya tidak pernah juga mempermasalahkan jajan karena memang sejak SD tidak dibiasakan dapat jatah jajan ke sekolah. Toh, pagi sebelum berangkat ke sekolah harus sarapan dulu. Jarak rumah dan sekolah dekat, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Pun begitu juga waktu SMP jadilah uang jajan itu bukan suatu hal yang wajib. Barulah ketika SMA punya uang saku juga karena selain untuk angkot ya bisalah buat jajan juga.

Saya benar-benar ikut arisan itu ketika tamat kuliah. Jadi ceritanya dengan adanya arisan itu kami bisa berkumpul kembali setidaknya sebulan sekali agar silaturahmi tetap selalu terjaga. Awalnya kami arisan uang lalu kemudian berkembang menjadi arisan emas. Kebetulan salah satu dari teman adalah istri dari karyawan Pegadaian, jadi punya akses untuk tahu tentang harga emas setiap hari dan tentu saja pengadaan koin emas yang akan dijadikan bahan arisan.

Arisan ini berlangsung beberapa kali putaran, hingga suatu hari saat ada pro-kontra pendapat bahwa arisan itu tidak boleh, arisan itu haram maka arisan pun berakhir. Kami tidak mau muncul adanya konflik jadi diputuskan tidak ada kelanjutan putaran berikutnya. 

Selain arisan dengan teman-teman kuliah dulu, saya juga punya arisan dengan teman-teman yang dulu pernah aktif di sebuah forum daerah. Arisannya berupa uang, jumlahnya juga tidak banyak. Alasan utama adanya arisan ini sih biar kami terus bisa kumpul-kumpul, namun sayang karena kesibukan masing-masing dan jumlah personil (baca = makin sibuk dengan anak-anak yang bertambah) maka arisan ini pun juga belum ada kelanjutan lagi, hehehh.

Apakah cuma itu saja arisan yang saya pernah ikuti?

Hmm, tentu tidak. Saya pun juga pernah ikut arisan perabot rumah tangga. Kebetulan yang koordinir Ipar sendiri, jadilah saya percayakan penuh padanya. Cukup setor duit, barang pun diantarkan ketika nama saya yang keluar jadi pemenang. Ini arisan yang cukup membantu saya dalam hal pengadaan perabot yang ada di rumah. Beberapa lusin piring, oven, panci dan penggiling daging yang saya miliki sekarang adalah hasil dari arisan. Sebenarnya saya masih ingin beberapa item lagi, tapi berhubung lemari penyimpanannya belum ada jadilah di keinginan itu disimpan dulu. Laah, ini barang-barang yang ada sekarang aja masih berantakan. Sejak habis pindahan belum tuntas diberesinnya, hehehh.

Jadi, menurut saya pribadi sih arisan sah-sah saja. Tergantung niat kita bagaimana. Lagian menurut ceramah agama dari beberapa Ulama tersohor dan artikel yang saya baca sih, arisan itu tidak haram jika jumlah yang kita setorkan dan yang kita dapatkan kemudian itu sama. Tidak ada pengurangan ataupun penambahan yang menimbulkan riba dan menjadikannya halal.

Dengan arisan dapat membantu kita mendapatkan barang yang kita inginkan. Terkadang kita butuh sesuatu tapi karena banyaknya kebutuhan lain maka kebutuhan tadi tidak dapat terpenuhi. Nah, dengan adanya arisan itu bisa membantu lho. Arisan sama juga dengan menabung. Tidak hanya itu arisan bisa mempererat silaturahmi di antara peserta arisan juga karena dengan arisan kita punya jadwal tetap untuk bisa bertemu.

Nah, gimana denganmu? Arisan, yay or nay nih? Kalau saya sih, masih say yay untuk arisan 😃


#Day6 #SETIPWithEstrilookCommunity


Cheers,


Diah

  • Share:

You Might Also Like

33 comments

  1. Aku arisan 2 perkumpulan aja nih di. Dan nggak gede. Cuma buat ketemu warga RT sama tmn2 blogger Tangsel.. iya tuh, uti pernah arisan guci �� hadeh. Yg segede gaban

    ReplyDelete
  2. Aku ikut arisan cuma arisan RT sama Dawis. Sering berdoa supaya dapat di belakang aja karena kalau dapat di depan itu sama aja dengan ngutang. Hehehe. Cuma sekarang kalau disuruh ikut arisan lagi di luar itu, mikir puaaanjang. Apakah orangnya bisa dipercaya, apakah cucuk sama pengeluarannya dll.

    ReplyDelete
  3. Aku baru sekali ikut arisan mba, kalau di Suku Batak ada Arisan Marga ya dapatnya uang juga tapi nunggunya lama banget baru sampai giliran kita. Kalau arisan perabot rumah tangga boleh juga tuh hehe.

    ReplyDelete
  4. Aku ikut banyak arisan mbak. Di kantor suami ikut 3. Di RT ikut 1....aku juga ikut arisan emas. Bagiku ikut arisan sama dg nabung....

    ReplyDelete
  5. Aku pribadi kurang nyaman dengan kegiatan arisan, tapi buat silaturahmi aku ikutan arisan RT dan itu pun aku gak tiap bulan datang hehehe, soalnya pas hari sabtu minggu pertama kadang kami gak ada di rumah.
    Aku pernah waktu SMA ikutan arisan tapi gak bener nah dari situ aku mulai gak suka karena gak amanah jadinya. Tapi tergantung orangnya juga sih ya, ada yg berpendapat kalau arisan itu sekalian nabung.

    ReplyDelete
  6. Kalau bagi saya arisan mah NAY karena sadar diri harus bisa mengukur keuangan agar tak merugikan pihak lain jika saya malah macet di tengah jalan. Dulu saya pernah ikut arisan yang setiap pekannya hanya bayar 10 ribu rupiah dan anggota hanya beberapa orang, itu sangat membantu saya sebagai semacam tabungan. Cuma sayanya tak lanjut karena bibi yang urus arisan pusing nagih yang belum bayar alias nunggak.
    Kalau arisan barang, mending nabung dulu agar bisa beli barangnya, soalnya saya tak mau ribet, takut kami tak punya uang secara rutin untuk bayar arisan tepat waktu. Yah, saya 'kan harus komit demi jaga nama baik.
    Teman saya juga kerap ikut arisan barang dan bisa bayar, cuma dari segi harga lebih mahal daripada beli langsung, anggap saja kredit namun saya malas bayar lebih, maunya harga wajar saja meski untuk mendapatkannnya entah kapan.
    Arisan itu positif jika di antara anggota ada komitmen yang dijaga dengan baik sebagai amanah. Yang penting juga arisannya tak mengandung selisih nilai terlalu jauh. Sewakarnya ibarat berdagang yang menguntungkan penjual jika arisan barang. Atau ada kepastian jika arisan uang.

    ReplyDelete
  7. arisan itu bagusnya menyambung silahturahmi sih..tapi aku pilih yay. Emang dari dulu enggak suka arisan, bukan apa-apa sih.. cuma enggak enak bayarinnya aja pas udah menang haha

    ReplyDelete
  8. Arisan yg saya ikuti cuma arisan ibu2 PKK RT dan RW, utk sosialisasi dan ajang silaturahmi dgn tetangga.

    ReplyDelete
  9. Kalo saya, arisan itu Yay, dong. bagiku, arisan itu wadah untuk menabung yang paling jitu, makanya saya rajin sekali ikut arisan hehehe :D

    ReplyDelete
  10. kalo dihitung-hitung, sepertinya banyak sekali jenis arisan yang sa ikuti, dari arisan uang bersama teman-teman kuliah, arisan emas, arisan alat-alat rumah tangga, arisan panci. Ckckck, lumayan juga yaa :D

    ReplyDelete
  11. Kenal arisan pertama kali waktu masih sekolah. Ya kali tahunya juga ortu saya sering rajin ikut arisan. Tapi saya baru ikut arisan pertama kali waktu kuliah bareng teman2 sekelas. Dan sampai sekarang belun pernah ikut arisan lagi. Ups��

    ReplyDelete
  12. Aku ikut arisan RT mba. Karena skaligus biuat wadah bayar uang keamanan RT. Hihihii. Tapi ya nggak slalu ikut karna bentrok ama jam kerja walaupun weekend

    ReplyDelete
  13. Kalau saya Nay saayyy, soalnya ga pernah ikut arisan hahaha.
    Duh ya saya ini emang parah.
    Gak pernah ikut kumpul2 kayak gitu.
    Keluarga besar emang ada agenda arisan gitu, tapi saya kadang ikut kadang enggak, dan akhirnya males ikutan sekalian.


    Ya gimana dong, waktunya selalu tabrakan dengan jadwal lainnya.

    ReplyDelete
  14. arisan terakhir yang aku ikuti adalah di kantor sendiri.
    awalnya rada serius konsepnya, tapi lama2 arisan berubah jadi agenda untuk ngasih hadiah atau doorprize buat teman-teman sekantor.
    seru sih kalau dipikir2, hehehe

    ReplyDelete
  15. Yayyy dong, hahaha
    Bahkan di Semarang, blogger pun pernah mengadakan arisan uang. Nggak hanya arisan link. Ya gitu sih kami doyan ngumpul sebulan sekali, buat seseruan dan menjalin silaturahmi dengan bertemu muka. Kalo mengandalkan event blogger kan gak mungkin ngundang semua blogger, hihii

    ReplyDelete
  16. Satu-satunya arisan yang aku ikuti cuma arisan link blog hahahaah. Aku nggak nyaman dengan kegiatan arisan yang berupa uang atau banrang, untungnya RT dan PKK di rumah ngga mewajibkan warganya ikut arisan tapi untuk menyambung silaturahmi, tetap datang pas ada kumpul arisannya :)

    ReplyDelete
  17. Aku udah lama bnget gk ikutan arisan mna,, kupukir enak pas dptnya aja hiks kyk dipinjemin duit trs hrs dikembalikan jd rada maless ikutan

    ReplyDelete
  18. Saya juga suka ikut arisan, itung-itung nabung, waktu masih ngantor ikut arisan dan seneng banget kayak dapat rezeki nomplok, sekarang udah nggak kerja, ikutvarisan juga dengan menyisihkan uang belanja, lumayan uangnya bisa nambah biaya sekolah anak

    ReplyDelete
  19. Jujur saja dari dulu ga mau ikut arisan soale takut ga bisa bayar nanti hehe tapi baru sebulan lalu ikut arisan di blogger tangsel , ya pikirnya sih itung2 nabung juga hehe.

    ReplyDelete
  20. Yay.. arisan dari smp deh udah ikutan hehe.. waktu itu sering jadi bendaraha arisan.. mulai dari arisan permen sampai arisannya uang.. belum sampai yang dollar or berlian juga sih.. dan setelah dewasa aku ikut arisan di kantor, keluarga dan geng teman haha banyak yak.. dan entahlah seringnya akutuh kalo arisan suka dapet yang pertama.. diantara senang dan ngga seneng sih.. jadi gimana gitu dapet pertama hehe

    ReplyDelete
  21. Aduh jadi kangen Arisan, sudah lama nggak ikutan arisan lagi
    Pengen kapan ikutan arisan lagi. Seru sebenarnya, semacam nabung gitu kalo Arisan ini ya

    ReplyDelete
  22. yay buat saya sih, betul mbak semua tergantung niatnya, saya juga ikutan arisan, niatnya untuk menyambung silaturahim dengan ibu-ibu alumni kelas anak saya dulu. alhamdulillah sekarang malah bisa saling menguatkan, ada yang kekurangan biaya untuk masuk sekolah, kita siap membantu. ada yang sakit, kita tengokin. kalau gak ada arisan, mungkin kita udah pencaran. gak tau kabarnya gimana.

    ReplyDelete
  23. Hahaha aku iya iya aja kalau diajak arisan. pasrah gak pernah nolak tapi arisan yg untuk komunitas ya macam pkk, taklim, rt rw bukan arisan aneh2

    ReplyDelete
  24. Ya Allah.. diingetin mba diah ini wkwkk. Aku belum setor arisan bank surya yudha.

    Arisan bagi aku sah sah saja mba. Aku bbrp ada oikut arisan

    ReplyDelete
  25. Uda lama gak ikut arisan, kak Diah.
    Kecuali kalau arisan blogger yaa...

    **masih punya hutang nulis.
    Aak~
    Jadi ketauan deeh...

    ReplyDelete
  26. Aku cuma ikut 1 arisan mba, arisan PKK. Dua puluh lima ribuan aja, ikutan dua hihii... Apa yang kita dapat ya sejumlah yang kita setorkan kok, ga pakai dikurangi atau ditambah. Cuma kadang ada yang suka ingkar nih, pas jatah arisan ga berangkat dan ga titip uang. HIhiii... dilema arisan PKK.

    ReplyDelete
  27. Aku udah lama nggak arisan. Selain karena teman seperjalanan sekarang juga bukan orang yang suka arisan. Jadi deh belum ikut arisan lagi.

    ReplyDelete
  28. Bingung aku jawabnya mba. Aku sendiri jarang banget ikut arisan. Bahkan udah lama ga ikut arisan. Hmm disatu sisi pengen juga sih. Tp harua yg enak dan nyaman sama anggotanya

    ReplyDelete
  29. saya termasuk yang nay hehehe. saya baru sekali ikut arisan, itupun dibalikin lagi karena udah keburu pindah hehe. kalo cuma ikut satu dan untuk silaturahim aja kayaknya masih gapapa deh tapi kalo terlalu banyak aku tak sanggup :( wwk

    ReplyDelete
  30. aku jarang ikut arisan habisnya bingung mau ngapain hehehe

    ReplyDelete
  31. Aku ikut arisan di teman teman facebook group OS, mba. Alhamdullilah sudah 4 tahun, dulu awalnya arisan LM..Alhamdullilah bisa buat modal. Sekarang uang, ngebantu bamget buat tabungan. Komunitas OS ini memang rekomend, yang gabung pakai KTP dan harus direkomendasiin minimal 5 buyer

    ReplyDelete
  32. Arisan? Yay! Haha.. Lumayan mak buat sekalian nabung ^^ Termasuk arisan buku anak yang mehong itu kalo dibeli cash, hihi.. Tapi sekarang aku Nay. Awalnya sih ga dibolehin suami, tapi skr aku jadi tau mbak, arisan memang sebaiknya dihindari karena itu adalah hutang :D

    ReplyDelete
  33. Aku belum berani ikut arisan ini itu, selama ini sih alhamdulillah masih bisa nolak karena aku ngebayangin arisan itu malah bikin kita berhutang. Yang awalnya enggak kepikiran beli malah pengen beli karena punya uang lebih. Sisanya harus mikir keras gimana mau setoran. Tapi aku respect juga sih sama yang ikut arisan tapi bisa mengatur uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang emang butuh :)

    ReplyDelete

Thanks for Reading^^

Feel free to share your Comment :)